saya tidak pernah berhenti bersyukur atas kelamin yang saya bawa setiap harinya sepanjang hidup saya, yang membuat saya digolongkan pada jenis kelamin WANITA atau PEREMPUAN. karena banyak wanita atau perempuan (terserah anda menyebutnya, tapi saya menyebutnya jenis saya), lebih kuat dari lawan jenis kami (saya dan jenis saya).
banyak jenis saya yang bertahan hidup di bawah ketidakmanusiawian dunia. entah itu rumah tangganya, entah itu lingkungan pekerjaan (untuk mereka yang bekerja), entah itu keluarga mereka, bahkan ... (tetap memakai kata entah!) mahluk yang mereka temui setiap harinya.
saya mengenal beberapa jenis saya, saya kagum dengan mereka. salah satunya adalah ibu saya. setiap orang mungkin mengidolakan ibunya, tetapi bagi saya, ibu saya walaupun beliau selalu saja merasa emosi terhadap ketidakadilan dunia, dia mencoba untuk bersabar dan mencari jalan keluar dengan yah katakanlah kepala dingin. tidak ada salahnya memang untuk bersabar, tapi untuk menghadapi kehidupan rumah tangganya, 3 orang anak, seorang suami, dan kesulitan apapun yang muncul diantara keenam (hitung 3 orang anak sebagai 3 hal!) hal itu, beliau selalu menunjukkan cinta yang tak bersyarat, cinta yang tak terbatas.
seringkali saya terlibat percekcokan dengan ibu saya dengan berbagai macam topik untuk menjadi penyebabnya. tetapi beliau selalu menyudahinya dengan mengatakan bahwa beliau sangat menyayangi saya. terutama pada masa-masa sulit yang saya alami beberapa tahun belakangan ini dengan kehidupan rumah tangga saya. tak sulit untuk bisa memahami kerasnya hati ibu saya, dan kenikmatan tertawa bersama ibu saya. yang dibutuhkan adalah kesabaran seperti yang ibu saya miliki, dan sampai saat ini saya belum bisa memiliki kesabaran seperti yang ibu saya miliki.
jenis saya yang lain, yang saya kagumi adalah kakak seperguruan saya, saya hanya hidup bersama dia selama 2 tahun penuh, tapi itu sudah cukup untuk dapat belajar menikmati hidup dari sudut pandang seorang saya. mungkin tidak banyak yang tahu betapa saya menyayangi kakak saya, katakanlah, saya memang berbeda dengan dia dalam banyak hal, tetapi kami tahu (dan saya belajar), bahwa jenis kami harus berjuang untuk dapat hidup dengan jenis lain dalam kondisi apapun dan bagaimanapun, tidak ada yang boleh mengeluarkan pernyataan bahwa jenis kami tak mampu bersaing. dan itu terbukti! saya menikah, dia belum menikah, tetapi kekuatan kami memiliki 'sesuatu' yang tak bisa dipungkiri untuk mengatasi jenis lain.
saya memang bajingan untuk jenis saya. banyak jenis saya yang menerimakan nasib dan takdir hanya sebatas tangis dan diam. tapi tidak untuk saya. saya merasa bebas untuk mencintai, saya merasa bebas untuk berteriak, saya merasa bebas untuk marah, saya merasa bebas untuk meluapkan perasaan saya dalam tulisan-tulisan tak bermutu saya, dan saya merasa bebas untuk memiliki hidup.
mungkin banyak yang disakiti dari perjalanan hidup yang saya tempuh, termasuk jenis saya sendiri dan jenis lain. tapi saya selalu memohon untuk tidak menyakiti lagi, tidak mau membuat insan atau mahluk lain menderita. saya sering disakiti, bukan berarti saya tidak menyakiti. untuk mereduksi kemungkinan menyakiti dan disakiti, langkah saya adalah diam.
entah apa yang saya tulis di sini saat ini, karena saya sendiri juga tidak tahu... yang ada di otak saya, hanya saya tuangkan. tidak ada maksud menyanjung atau menyakiti.
Wednesday, January 24, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment